SNI 2417:2008 – Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles

sni 2417 2008 – cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles (2)

Mengukur ketahanan agregat terhadap aus dan tumbukan sebagai fondasi mutu perkerasan jalan, beton jembatan, dan lapis pondasi yang andal.

 

A. Pendahuluan Teknis

SNI 2417:2008 adalah Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengatur cara uji keausan agregat menggunakan Mesin Abrasi Los Angeles. Standar ini menjadi rujukan utama untuk menilai ketahanan agregat terhadap kombinasi abrasi (gesekan) dan tumbukan (impact) yang merepresentasikan kondisi kerja agregat di lapangan—baik pada perkerasan jalan, lapis pondasi, maupun beton struktural pada jembatan dan struktur sipil lainnya.

Di dunia infrastruktur, agregat menyusun porsi terbesar volume material. Jika agregat mudah aus, maka: lapis pondasi akan kehilangan interlocking dan kekuatan, perkerasan beraspal rentan raveling (pelepasan butir) dan rutting, beton berpotensi mengalami penurunan durabilitas dan kekuatan jangka panjang.

Karena itu, uji Los Angeles Abrasion (LA Abrasion) bukan sekadar formalitas laboratorium, melainkan filter mutu awal untuk memastikan hanya agregat yang cukup tahan aus yang digunakan pada pekerjaan jalan, jembatan, dan terowongan.

—

B. Istilah dan Singkatan (ditulis lengkap terlebih dahulu)

1. SNI (Standar Nasional Indonesia)

  1. Standar teknis nasional yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional.

2. BSN (Badan Standardisasi Nasional)

  1. Lembaga pemerintah yang menetapkan dan mengelola SNI.

3. Agregat

  1. Material granular seperti batu pecah, kerikil, pasir, atau kombinasi keduanya yang digunakan sebagai bahan utama perkerasan dan beton.

4. Keausan Agregat

  1. Hilangnya massa agregat akibat gesekan dan tumbukan selama pengujian atau pelayanan di lapangan.

5. Mesin Abrasi Los Angeles (Los Angeles Abrasion Machine)

  1. Alat berbentuk drum baja berputar yang berisi agregat dan bola baja untuk mensimulasikan abrasi dan tumbukan.

6. Bola Baja (Steel Spheres / Abrasive Charge)

  1. Bola baja standar dengan berat dan diameter tertentu yang berfungsi sebagai media abrasi dan tumbukan.

7. Persentase Keausan Los Angeles (LA Abrasion Value)

  1. Persentase kehilangan berat agregat setelah pengujian, digunakan sebagai indikator ketahanan aus.

8. Putaran (Revolutions)

  1. Jumlah putaran drum mesin Los Angeles selama pengujian sesuai ketentuan standar.

9. Saringan No. 12 (1,70 mm)

  1. Ukuran saringan yang digunakan untuk memisahkan butiran hasil abrasi pada akhir pengujian.

—

C. Kedudukan SNI 2417:2008 dalam Sistem Standar Infrastruktur

1. Posisi strategis

SNI 2417:2008 berada pada rantai awal pengendalian mutu material. Sebelum agregat diuji:

  1. Gradasinya (SNI ASTM C136),
  2. Bentuk dan kebersihannya,

Maka ketahanan aus menjadi parameter berikutnya yang menentukan kelayakan agregat.

2. Keterkaitan dengan spesifikasi teknis

Hampir seluruh Spesifikasi Umum Bina Marga dan spesifikasi beton struktural mensyaratkan nilai keausan maksimum agregat berdasarkan uji Los Angeles. Artinya, hasil uji ini sering menjadi syarat lulus/gugur material.

3. Hubungan dengan umur layanan (service life)

Agregat yang tahan aus akan:

  1. Mempertahankan bentuk butir.
  2. Menjaga interlocking.
  3. Menunda degradasi struktur perkerasan, sehingga umur layanan jalan atau jembatan lebih panjang.

—

D. Prinsip Teknik Uji Los Angeles Abrasion

1. Konsep abrasi dan tumbukan

Mesin Los Angeles mensimulasikan dua mekanisme utama degradasi agregat:

a. Abrasi (gesekan) antar butir dan dengan dinding drum.
b. Tumbukan (impact) akibat jatuhnya agregat dan bola baja saat drum berputar.

Kombinasi ini mencerminkan kondisi agregat:

  • Di lapis pondasi akibat lalu lintas.
  • Di perkerasan beraspal akibat geser roda kendaraan.
  • Di beton akibat beban berulang dan perubahan lingkungan.

2. Mengapa metode ini relevan

Meskipun bukan replikasi sempurna kondisi lapangan, uji LA Abrasion memberikan indikator komparatif yang konsisten untuk:

  • Membandingkan sumber agregat.
  • Mengevaluasi kualitas hasil crusher.
  • Mengontrol perubahan mutu material dari waktu ke waktu.

—

E. Ruang Lingkup dan Batasan SNI 2417:2008

1. Ruang lingkup

SNI 2417:2008 mencakup:

  1. Penyiapan contoh uji agregat,
  2. Pemilihan gradasi uji (kelas A, B, C, dst. sesuai ukuran),
  3. Penggunaan mesin Los Angeles dan bola baja,
  4. Perhitungan persentase keausan.

2. Batasan penting

  1. Uji ini tidak menilai kekuatan tekan agregat secara langsung.
  2. Tidak menggambarkan perilaku agregat terhadap pelapukan kimia.
  3. Hasilnya harus dibaca bersama uji lain (gradasi, CBR, soundness, dll.)

—

F. Persiapan Contoh Uji: Titik Kritis Validitas Data

1. Pengambilan sampel

Sampel agregat harus:

  • Representatif terhadap sumber (quarry/stockpile).
  • Bebas segregasi ekstrem.
  • Rukup jumlahnya sesuai kelas gradasi uji.

2. Pengeringan dan penimbangan awal

  1. Agregat dikeringkan hingga berat konstan.
  2. Ditimbang sebagai berat awal (W₀).

Tujuan teknis:

  1. Menghilangkan pengaruh air.
  2. Memastikan kehilangan berat murni akibat abrasi, bukan penguapan.

3. Penentuan gradasi uji

SNI mengelompokkan agregat berdasarkan rentang ukuran tertentu. Setiap kelas memiliki:

  1. Berat contoh uji.
  2. Jumlah bola baja.

Total berat bola baja, yang harus dipatuhi agar hasil konsisten antar laboratorium.

—

G. Peralatan Utama dan Spesifikasinya

1. Mesin Abrasi Los Angeles

  1. Drum baja silinder tertutup.
  2. Diameter dan panjang tertentu sesuai standar.
  3. Kecepatan putar terkontrol (sekitar 30–33 rpm).

2. Bola baja (abrasive charge)

  1. Diameter dan berat standar.
  2. Jumlah bola disesuaikan dengan kelas gradasi uji.

3. Saringan No. 12 (1,70 mm)

Digunakan untuk memisahkan material hasil abrasi (fines) dari agregat yang masih utuh.

4. Timbangan

Ketelitian cukup untuk mengukur perubahan berat secara akurat.

—

H. Prosedur Pengujian Secara Sistematis

1. Pemasukan contoh uji

  1. Agregat dan bola baja dimasukkan ke dalam drum mesin Los Angeles.

2. Proses pemutaran

  1. Drum diputar sejumlah putaran standar (biasanya 500 atau sesuai kelas).
  2. Selama putaran, agregat mengalami gesekan dan tumbukan berulang.

3. Pengeluaran dan penyaringan

  1. Setelah selesai, isi drum dikeluarkan.
  2. Disaring menggunakan saringan No. 12 (1,70 mm).

4. Penimbangan akhir

  1. Agregat yang tertahan di atas saringan ditimbang sebagai berat akhir (W₁).

—

I. Perhitungan Nilai Keausan Los Angeles

1. Rumus dasar

  1. \text{Keausan LA (\%)} = \frac{W_0 – W_1}{W_0} \times 100\%

Keterangan:

  1. W₀ = berat awal contoh uji (gram atau kilogram),
  2. W₁ = berat agregat tertahan setelah uji.

2. Makna teknik hasil

  1. Nilai kecil → agregat lebih tahan aus.
  2. Nilai besar → agregat mudah hancur/aus.

—

J. Interpretasi Teknis dan Kriteria Mutu

1. Untuk lapis pondasi dan perkerasan jalan

a. Agregat dengan nilai keausan rendah: mempertahankan bentuk butir, menjaga interlocking, meningkatkan stabilitas dan ketahanan deformasi.

b. Nilai keausan tinggi: meningkatkan risiko pelepasan butir, mempercepat penurunan kekuatan lapis pondasi.

2. Untuk beton struktural

  1. Agregat yang mudah aus:
  2. Menghasilkan butir halus berlebih,
  3. Meningkatkan kebutuhan pasta,
  4. Berpotensi menurunkan durabilitas beton.

3. Hubungan dengan spesifikasi proyek

Setiap spesifikasi menetapkan batas maksimum nilai LA Abrasion. Jika terlampaui: agregat harus ditolak, atau dibatasi penggunaannya pada lapisan dengan tuntutan rendah.

—

K. Sumber Variasi dan Kesalahan Umum

1. Sampel tidak representatif (segregasi stockpile).

2. Bola baja aus atau tidak sesuai standar.

3. Jumlah putaran tidak tepat.

4. Kesalahan penimbangan (timbangan tidak terkalibrasi).

5. Agregat tidak dikeringkan sempurna.

Kesalahan-kesalahan ini dapat membuat nilai keausan: terlihat lebih kecil (terlalu optimistis), atau lebih besar dari kondisi sebenarnya.

—

L. Integrasi dengan Pengujian Lain

SNI 2417:2008 sebaiknya dibaca bersama:

  1. SNI ASTM C136 (gradasi agregat)
  2. SNI 1744 (CBR tanah/lapis pondasi)
  3. Uji soundness (ketahanan terhadap pelapukan),
  4. Uji bentuk butir (flakiness & elongation).

Pendekatan terpadu ini memastikan agregat tidak hanya keras, tetapi juga stabil, tahan lama, dan cocok secara struktural.

—

M. Implikasi Praktis bagi Perencana dan Pengawas

1. Pemilihan sumber agregat

  1. Data LA Abrasion menjadi dasar seleksi quarry.

2. Kontrol mutu produksi

  1. Perubahan nilai keausan dapat mengindikasikan masalah crusher atau perubahan batuan.

3. Mitigasi kegagalan dini

  1. Jalan yang cepat rusak sering berakar pada agregat yang tidak tahan aus.

—

N. Penutup

SNI 2417:2008 tentang Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles adalah standar fundamental untuk memastikan agregat memiliki ketahanan terhadap abrasi dan tumbukan yang memadai sebelum digunakan pada pekerjaan jalan, jembatan, dan terowongan.

Dengan prosedur yang relatif sederhana namun representatif, standar ini memberikan indikator kuat tentang kualitas agregat dalam menghadapi beban dan gesekan berulang.

Dalam sistem infrastruktur modern, uji ini bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan alat pengambilan keputusan teknis yang menentukan apakah sebuah material layak menjadi bagian dari struktur yang diharapkan berumur panjang dan aman bagi pengguna jalan.

Scroll to Top